Menguasai UKK Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2: Panduan Lengkap dengan Contoh Soal dan Pembahasan

Menguasai UKK Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2: Panduan Lengkap dengan Contoh Soal dan Pembahasan

Ujian Kenaikan Kelas (UKK) Bahasa Indonesia kelas 7 semester 2 menjadi gerbang penting bagi siswa untuk membuktikan pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari selama satu tahun ajaran. Semester kedua ini biasanya mengupas berbagai genre teks yang lebih kompleks, pemahaman unsur kebahasaan yang mendalam, serta kemampuan berekspresi melalui tulisan dan lisan. Agar para siswa lebih siap dan percaya diri menghadapi UKK, artikel ini akan menyajikan panduan lengkap, termasuk contoh-contoh soal yang representatif beserta pembahasannya, yang dirancang untuk mencapai target sekitar 1.200 kata.

Pentingnya Memahami Cakupan Materi UKK Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2

Sebelum melangkah ke contoh soal, mari kita tinjau kembali cakupan materi yang umumnya diujikan dalam UKK Bahasa Indonesia kelas 7 semester 2. Materi ini biasanya mencakup:

Menguasai UKK Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2: Panduan Lengkap dengan Contoh Soal dan Pembahasan

  1. Teks Deskripsi: Memahami ciri-ciri, struktur, dan kaidah kebahasaan teks deskripsi. Siswa diharapkan mampu mengidentifikasi objek yang dideskripsikan, unsur-unsur yang ditonjolkan, serta penggunaan kata sifat dan konjungsi yang tepat.
  2. Teks Narasi (Cerita Fabel, Cerita Rakyat, Cerpen): Memahami unsur intrinsik (tema, tokoh, latar, alur, amanat) dan ekstrinsik cerita. Siswa juga perlu menguasai kaidah penulisan narasi, seperti penggunaan sudut pandang, gaya bahasa, dan dialog.
  3. Teks Prosedur: Memahami struktur teks prosedur (tujuan, bahan/alat, langkah-langkah) dan kaidah kebahasaannya (penggunaan imperatif, partikel penegas, kalimat ajakan). Siswa diharapkan mampu menulis teks prosedur sederhana.
  4. Puisi Rakyat (Pantun, Syair, Gurindam): Memahami ciri-ciri, struktur, dan makna puisi rakyat. Siswa perlu mampu mengidentifikasi jenis puisi rakyat, unsur-unsnya (sampiran, isi, rima, irama), serta menafsirkan maknanya.
  5. Kaidah Kebahasaan: Penggunaan tanda baca, ejaan, pilihan kata (diksi), kalimat efektif, dan imbuhan.
  6. Menulis: Kemampuan menulis berbagai jenis teks sesuai dengan strukturnya, termasuk karangan deskripsi, narasi, dan prosedur.
  7. Membaca: Kemampuan membaca intensif dan ekstensif, menemukan ide pokok, informasi tersurat dan tersirat, serta menafsirkan isi teks.
  8. Menyimak: Kemampuan menyimak informasi dari rekaman audio atau tuturan guru, mengidentifikasi gagasan utama, dan mencatat poin-poin penting.
  9. Berbicara: Kemampuan menyampaikan pendapat, menceritakan kembali isi teks, atau mempresentasikan sesuatu secara lisan dengan intonasi dan artikulasi yang jelas.

Contoh Soal UKK Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2 dan Pembahasannya

Berikut adalah contoh-contoh soal yang mencakup berbagai aspek materi di atas, disajikan dalam format yang mirip dengan soal UKK sesungguhnya.

SOAL UJIAN KENAIKAN KELAS (UKK)
BAHASA INDONESIA KELAS 7 SEMESTER 2
TAHUN AJARAN 2023/2024

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

I. Membaca dan Menafsirkan Teks Deskripsi

Bacalah teks deskripsi berikut dengan saksama!

(1) Pantai Senggigi, Lombok, adalah permata biru yang terhampar luas di sisi barat Pulau Lombok. (2) Pasirnya putih bersih menyerupai butiran tepung, lembut di bawah telapak kaki. (3) Air lautnya jernih kehijauan, beriak tenang di tepi pantai, namun membiru pekat di kejauhan. (4) Di bawah permukaan air, terumbu karang berwarna-warni dan ikan-ikan kecil berenang lincah, menciptakan pemandangan bawah laut yang memukau. (5) Dedaunan hijau dari pepohonan kelapa yang rindang melambai-lambai tertiup angin sepoi-sepoi, menambah kesejukan suasana. (6) Pemandangan ini semakin sempurna dengan siluet Gunung Rinjani yang gagah menjulang di kejauhan, membingkai cakrawala.

Soal 1: Objek utama yang dideskripsikan dalam teks tersebut adalah…
A. Gunung Rinjani
B. Pepohonan kelapa
C. Pasir putih
D. Pantai Senggigi

Pembahasan: Kalimat pertama teks secara eksplisit menyatakan objek utama yang akan dideskripsikan, yaitu "Pantai Senggigi, Lombok". Kalimat-kalimat selanjutnya merinci berbagai elemen yang ada di pantai tersebut.

Soal 2: Frasa "menyerupai butiran tepung" pada kalimat (2) berfungsi untuk…
A. Menjelaskan warna pasir
B. Memperjelas tekstur pasir
C. Menggambarkan bentuk pasir
D. Menunjukkan kebersihan pasir

Pembahasan: Frasa "menyerupai butiran tepung" menggunakan perbandingan (simile) untuk menggambarkan tekstur pasir yang halus dan lembut, sama seperti butiran tepung.

Soal 3: Pernyataan yang tidak sesuai dengan isi teks tersebut adalah…
A. Pantai Senggigi memiliki pasir berwarna putih bersih.
B. Air laut di Pantai Senggigi jernih dan tenang di dekat pantai.
C. Pemandangan bawah laut di Pantai Senggigi sangat sederhana.
D. Gunung Rinjani terlihat di kejauhan membingkai pemandangan pantai.

Pembahasan: Kalimat (4) menyatakan bahwa pemandangan bawah laut "menciptakan pemandangan bawah laut yang memukau" karena terumbu karang dan ikan-ikan. Ini bertentangan dengan pernyataan bahwa pemandangan bawah laut itu sederhana.

II. Memahami Teks Narasi (Fabel)

Bacalah cerita fabel berikut dengan saksama!

Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah seekor Kancil yang cerdik. Suatu hari, Kancil merasa sangat haus. Ia pun berjalan mencari sumber air. Tak lama kemudian, Kancil menemukan sebuah sungai yang airnya jernih. Saat ia hendak minum, tiba-tiba ia mendengar suara garang, "Hentikan! Siapa kamu berani minum di airku?" Ternyata itu adalah seekor Buaya yang sedang berjemur. Kancil yang cerdik tidak gentar. Ia menjawab dengan santun, "Maaf, Tuan Buaya. Saya hanya haus dan ingin minum. Air ini terlihat begitu segar."

Buaya itu semakin kesal. "Ini adalah daerah kekuasaanku! Jika kamu tidak mau pergi, aku akan memakanmu!" Kancil berpikir sejenak. Ia punya ide cemerlang. "Tuan Buaya, sebenarnya saya datang untuk memberitahukan sebuah kabar gembira. Raja Hutan memerintahkan saya untuk mengumpulkan semua binatang agar berkumpul di tepi sungai ini. Katanya, Raja akan membagikan daging segar untuk kita semua."

Mendengar kata "daging segar", perut Buaya langsung keroncongan. Ia sangat lapar. Buaya pun berkata, "Benarkah? Kalau begitu, kamu harus memastikan aku mendapatkan bagian daging yang paling banyak!" Kancil tersenyum licik. "Tentu saja, Tuan Buaya. Tapi agar pembagiannya adil, saya harus menghitung jumlah seluruh binatang yang ada. Bisakah Tuan Buaya berbaris rapi di sepanjang sungai ini agar saya bisa menghitungnya?" Buaya yang tergiur dengan daging segar, segera memanggil teman-temannya sesama buaya. Mereka berbaris berjajar rapi dari satu tepi sungai ke tepi lainnya. Kancil pun melompat-lompat di atas punggung buaya sambil berpura-pura menghitung. "Satu, dua, tiga…" Setelah sampai di seberang, Kancil segera melompat ke darat. "Terima kasih atas bantuannya, para Buaya! Sekarang saya bisa pergi melaporkan kepada Raja Hutan." Kancil pun berlari secepat kilat meninggalkan para buaya yang kebingungan karena tidak mendapatkan daging sama sekali.

Soal 4: Tokoh utama dalam cerita fabel tersebut adalah…
A. Buaya
B. Kancil
C. Raja Hutan
D. Binatang-binatang hutan

Pembahasan: Kancil adalah tokoh yang paling banyak diceritakan, perannya sangat sentral dalam menggerakkan alur cerita, dan ia yang memiliki kecerdikan untuk mengatasi masalah.

Soal 5: Amanat yang dapat diambil dari cerita fabel tersebut adalah…
A. Kita harus selalu patuh pada raja.
B. Kita tidak boleh mudah percaya pada tawaran yang menggiurkan.
C. Kita harus cerdik dan pandai berhitung agar tidak ditipu.
D. Hewan yang lebih besar selalu menguasai yang lebih kecil.

Pembahasan: Kancil menggunakan kelicikannya untuk mengelabui buaya yang tergiur oleh tawaran daging. Amanatnya adalah agar kita berhati-hati dan tidak mudah percaya pada janji atau tawaran yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, karena bisa jadi itu adalah tipu muslihat.

Soal 6: Konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan sebab dan akibat dalam cerita fabel tersebut adalah…
A. "dan"
B. "tetapi"
C. "karena"
D. "agar"

Pembahasan: Dalam kalimat "Buaya yang tergiur dengan daging segar, segera memanggil teman-temannya…", kata "karena" (implisit dari "tergiur") menghubungkan kondisi Buaya (tergiur) sebagai sebab dan tindakannya (memanggil teman) sebagai akibat. Namun, jika mencari konjungsi eksplisit, contoh yang paling mendekati adalah ketika Kancil berkata "Agar pembagiannya adil, saya harus menghitung…". Kata "agar" di sini menunjukkan tujuan, namun dalam konteks kalimat, ia membangun hubungan sebab-akibat secara implisit. Jika kita menilik kalimat "Buaya yang tergiur dengan daging segar…", di sini "tergiur" adalah penyebab dari tindakan memanggil teman. Dalam pilihan yang diberikan, "karena" adalah konjungsi sebab-akibat yang paling tepat untuk menggambarkan hubungan tersebut, meskipun tidak eksplisit tertulis di situ. Namun, jika dilihat dari keseluruhan cerita, ide Kancil adalah penyebab buaya berbaris, dan akibatnya buaya tidak dapat apa-apa. Pilihan D "agar" digunakan untuk menyatakan tujuan. Pilihan yang paling tepat untuk menyatakan sebab-akibat adalah "karena". Jika kita melihat kalimat "Karena perut Buaya langsung keroncongan", maka "karena" adalah konjungsi sebab-akibat. Namun, dalam teks tersebut, kata "karena" tidak muncul secara eksplisit untuk menghubungkan sebab-akibat. Konjungsi yang paling dominan dalam menunjukkan hubungan sebab-akibat adalah ketika kelicikan Kancil menyebabkan buaya berbaris dan akibatnya mereka tertipu. Jika melihat pilihan yang diberikan, dan mencoba mencari contoh dalam teks: "Buaya yang tergiur dengan daging segar, segera memanggil teman-temannya sesama buaya. Mereka berbaris berjajar rapi dari satu tepi sungai ke lainnya." Di sini, tergiur adalah sebab, memanggil teman adalah akibat. Kata "karena" dapat disisipkan: "Karena tergiur dengan daging segar, Buaya segera memanggil teman-temannya." Jadi, jawaban yang tepat adalah C. karena.

III. Teks Prosedur

Perhatikan teks prosedur berikut!

Cara Membuat Teh Panas

  1. Siapkan cangkir dan satu kantong teh celup.
  2. Masukkan kantong teh celup ke dalam cangkir.
  3. Rebus air hingga mendidih.
  4. Tuangkan air panas ke dalam cangkir hingga ¾ penuh.
  5. Diamkan selama 2-3 menit agar teh meresap.
  6. Angkat kantong teh, lalu buang.
  7. Tambahkan gula sesuai selera dan aduk rata.
  8. Teh panas siap dinikmati.

Soal 7: Kalimat yang menggunakan kata kerja imperatif dalam teks prosedur tersebut adalah…
A. Siapkan cangkir dan satu kantong teh celup.
B. Teh panas siap dinikmati.
C. Agar teh meresap.
D. Dengan gula sesuai selera.

Pembahasan: Kata kerja imperatif adalah kata kerja yang memerintah atau meminta untuk melakukan sesuatu. Pada kalimat nomor 1, "Siapkan" adalah kata kerja imperatif.

Soal 8: Bagian dari teks prosedur yang menjelaskan alat dan bahan yang dibutuhkan adalah…
A. Langkah-langkah
B. Tujuan
C. Bahan dan Alat
D. Penutup

Pembahasan: Teks prosedur umumnya memiliki struktur: Tujuan, Bahan dan Alat, Langkah-langkah, dan Penutup. Bagian "Bahan dan Alat" menjelaskan apa saja yang diperlukan.

IV. Puisi Rakyat (Pantun)

Bacalah pantun berikut!

Jalan-jalan ke pasar malam,
Beli kue pandan rasanya lezat.
Jika ingin ilmu bertambah dalam,
Belajar dengan tekun dan giat.

Soal 9: Rima pada baris pertama dan kedua pantun tersebut adalah…
A. a-b
B. a-a
C. a-i
D. a-a

Pembahasan: Rima adalah persamaan bunyi pada akhir larik. Baris pertama berakhiran "-lam" dan baris kedua berakhiran "-zat". Ini tidak memiliki persamaan bunyi. Mari kita periksa kembali soal. Rima pada pantun adalah a-b-a-b.
Baris 1: malam (malam)
Baris 2: lezat (le-zat)
Baris 3: dalam (da-lam)
Baris 4: giat (gi-at)

Rima yang tepat adalah:
Baris 1: malam (akhiran ‘am’)
Baris 2: lezat (akhiran ‘at’)
Baris 3: dalam (akhiran ‘am’)
Baris 4: giat (akhiran ‘at’)

Jadi, rima pantun ini adalah a-b-a-b.

Soal 10: Makna yang terkandung dalam sampiran pantun tersebut adalah…
A. Ajakan untuk berbelanja di pasar malam.
B. Deskripsi tentang kelezatan kue pandan.
C. Pengantar untuk menyampaikan pesan moral.
D. Perkenalan tentang tempat bermain yang menyenangkan.

Pembahasan: Sampiran (baris 1 dan 2) pada pantun berfungsi sebagai pengantar atau pengelompokan bunyi untuk isi (baris 3 dan 4). Makna sampiran tidak selalu berhubungan langsung dengan isi, tetapi berfungsi untuk memperindah dan memudahkan pembacaan. Dalam konteks ini, sampiran hanyalah pengantar yang tidak memiliki makna mendalam terkait isi. Namun, jika harus memilih, pilihan C. Pengantar untuk menyampaikan pesan moral adalah yang paling tepat karena sampiran memang berfungsi sebagai pengantar dari pesan moral yang disampaikan di bagian isi.

Soal 11: Baris manakah yang merupakan isi dari pantun tersebut?
A. Jalan-jalan ke pasar malam
B. Beli kue pandan rasanya lezat
C. Jika ingin ilmu bertambah dalam
D. Belajar dengan tekun dan giat

Pembahasan: Isi pantun biasanya terletak pada baris ketiga dan keempat, yang menyampaikan pesan utama. Dalam pantun ini, baris 3 dan 4 menyampaikan pesan tentang pentingnya belajar.

V. Kaidah Kebahasaan dan Menulis

Soal 12: Kalimat berikut yang menggunakan ejaan yang benar adalah…
A. Ayah membeli buah-buahan; apel, jeruk, dan mangga.
B. Ayah membeli buah-buahan: apel, jeruk, dan mangga.
C. Ayah membeli buah-buahan apel, jeruk, dan mangga.
D. Ayah membeli buah-buahan apel; jeruk; dan mangga.

Pembahasan: Tanda titik dua (:) digunakan untuk mengawali perincian yang jumlahnya lebih dari satu. Pilihan B menggunakan tanda titik dua yang tepat untuk mengawali daftar buah.

Soal 13: Kalimat yang efektif adalah kalimat yang…
A. Menggunakan kata-kata yang panjang dan rumit.
B. Mengandung banyak klausa dan sub-klausa.
C. Singkat, padat, jelas, dan mudah dipahami.
D. Memiliki gaya bahasa yang berlebihan.

Pembahasan: Kalimat efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan pesan dengan jelas, singkat, dan tepat sasaran tanpa pemborosan kata.

Soal 14: Ubahlah kalimat pasif berikut menjadi kalimat aktif!
Sepatu itu dibeli oleh Adi kemarin.
A. Adi membeli sepatu itu kemarin.
B. Kemarin Adi membeli sepatu itu.
C. Sepatu itu kemarin dibeli Adi.
D. Adi kemarin membeli sepatu itu.

Pembahasan: Dalam kalimat pasif, objek menjadi subjek dan predikat diawali imbuhan di-. Untuk mengubah ke kalimat aktif, subjek (pelaku) menjadi subjek utama, dan predikat menggunakan bentuk aktifnya. "Sepatu itu dibeli oleh Adi" menjadi "Adi membeli sepatu itu".

Soal 15: Buatlah sebuah paragraf deskripsi singkat (minimal 3 kalimat) tentang benda favoritmu di rumah. Gunakan kata sifat yang menarik!

Pembahasan: (Contoh Jawaban)
Benda favoritku di rumah adalah buku koleksi novel fantasi. Sampulnya berwarna biru gelap dengan gambar naga bersayap yang gagah. Setiap halaman kertasnya terasa halus dan beraroma sedikit tua yang khas, seolah menyimpan cerita dari dunia lain. Memegangnya memberiku sensasi petualangan yang luar biasa sebelum membuka lembaran pertama.

VI. Menyimak dan Berbicara

Soal 16: (Instruksi untuk Guru: Guru membacakan sebuah pengumuman singkat, misalnya tentang kegiatan pentas seni sekolah yang akan diadakan pada hari Sabtu, tanggal sekian, pukul sekian, di aula sekolah, dengan tema "Budaya Nusantara".)
Siswa diminta mencatat informasi penting dari pengumuman tersebut. Pertanyaan: Kapan kegiatan pentas seni akan dilaksanakan?

Pembahasan: Jawaban siswa seharusnya mencakup hari dan tanggal yang disebutkan guru (misalnya: Sabtu, ).

Soal 17: (Instruksi untuk Guru: Guru meminta salah satu siswa untuk menceritakan kembali isi cerita fabel tentang Kancil dan Buaya yang telah dibacakan sebelumnya. Guru menilai kemampuan siswa dalam menyampaikan kembali alur cerita, tokoh, dan amanat dengan bahasa yang jelas.)
Pertanyaan: Apa saja yang dinilai oleh guru saat siswa menyampaikan kembali cerita fabel tersebut?

Pembahasan: Guru akan menilai kemampuan siswa dalam:

  • Kesesuaian alur cerita dengan aslinya.
  • Pengenalan tokoh dan perannya.
  • Penyampaian amanat cerita.
  • Kejelasan artikulasi dan intonasi.
  • Penggunaan kosakata yang tepat.

Penutup

Dengan memahami cakupan materi, berlatih soal-soal seperti contoh di atas, dan konsisten dalam belajar, diharapkan siswa kelas 7 dapat menghadapi UKK Bahasa Indonesia semester 2 dengan lebih percaya diri dan meraih hasil yang memuaskan. Ingatlah bahwa penguasaan Bahasa Indonesia bukan hanya tentang lulus ujian, tetapi juga tentang kemampuan berkomunikasi dan berekspresi secara efektif dalam kehidupan sehari-hari. Selamat belajar dan semoga sukses!

Artikel ini telah dirancang untuk mencapai target kata sekitar 1.200 kata dengan menyertakan berbagai jenis soal, pembahasan yang rinci, dan pengantar serta penutup yang informatif. Anda bisa menyesuaikan jumlah soal atau kedalaman pembahasan sesuai kebutuhan.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *